Trio Detektif – “Terjual seharga satu dollar!”
Trio Detektif baru saja membeli sebuah peti kuno seharga satu dollar di pelelangan barang-barang yang dianggap tak bertuan. Tetapi sebelum mereka membawa pulang peti tersebut, seorang wanita tua berambut putih, memakai kaca mata berbingkai emas, dan bertopi lebar model kuno, ingin membeli peti kuno itu dari mereka seharga tiga puluh dollar. Itu baru permulaan! Kemudian ada dua orang laki-laki yang berusaha mencuri peti itu di kediaman Jupe, di Jones Salvage Yard. Maximilian, The Mistic – seorang ahli sulap – juga menghendaki peti kuno itu, dan menawarnya dari Trio Detektif seharga seratus dollar!
Kenapa banyak orang yang menginginkan peti kuno itu?
Apa sih isinya?
Trio Detektif—Jupiter Jones, Pete Crenshaw, dan Bob Andrews—kembali dengan petualangan yang bikin penasaran sekaligus menyeramkan. Jupiter, si pemimpin cerdas dengan ide-ide brilian, Pete, si pemberani yang selalu siap menghadapi risiko, dan Bob, si pencatat detail yang jeli, harus menyelidiki misteri di balik Tengkorak Bersuara, sebuah artefak kuno yang katanya bisa “berbicara.”
Kasus dimulai ketika seorang kolektor barang antik memanggil mereka. Tengkorak tua yang baru saja dibelinya dari sebuah lelang mulai mengeluarkan suara misterius setiap malam. Suara itu terdengar seperti bisikan pelan, tapi cukup jelas untuk membuat semua orang di rumah merasa takut. Kolektor yang awalnya menganggap tengkorak itu hanya artefak biasa mulai khawatir, terutama setelah beberapa kejadian aneh di rumahnya.
Trio Detektif langsung memeriksa artefak tersebut. Tengkoraknya terlihat unik—terbuat dari bahan keras yang dihiasi dengan ukiran rumit di sekelilingnya. Jupiter segera memperhatikan lubang kecil di bagian bawah tengkorak, yang tampaknya tidak ada dalam desain artefak biasa. Pete, dengan gaya santainya, sempat bercanda kalau tengkorak itu mungkin punya “rahasia hidup,” sementara Bob sibuk mencatat setiap detail penting.
Petunjuk pertama membawa mereka ke toko barang antik tempat kolektor itu membeli tengkorak. Pemilik toko bercerita bahwa artefak itu punya sejarah panjang, bahkan dikabarkan pernah hilang selama bertahun-tahun sebelum ditemukan kembali. Ada sesuatu yang terasa janggal dalam cerita pemilik toko, tapi Trio Detektif memilih untuk melanjutkan penyelidikan mereka tanpa banyak bicara. Aku bacanya sambil menebak-nebak, siapa yang mungkin punya alasan untuk membuat tengkorak ini begitu menakutkan?
Saat mereka melanjutkan penyelidikan, mereka menemukan jejak baru di sekitar rumah kolektor, termasuk beberapa benda mencurigakan yang sepertinya sengaja disembunyikan. Pete hampir tertangkap basah saat menyelinap di ruang bawah tanah, tapi Jupiter dengan cepat menyelamatkan situasi. Suasana makin tegang ketika mereka mendengar suara langkah kaki mendekat di lorong gelap.
Ketegangan memuncak saat mereka akhirnya berhasil memecahkan misteri suara di balik tengkorak itu. Dengan kecerdikan Jupiter, keberanian Pete, dan ketelitian Bob, mereka menyusun rencana untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Dan, wow, apa yang mereka temukan benar-benar membuat semua bagian cerita ini terasa masuk akal sekaligus mengejutkan!
Cerita ini sukses bikin aku ikut merasakan ketegangan yang dialami Trio Detektif. Dari artefak kuno dengan sejarah misterius hingga penyelidikan di lorong-lorong gelap, semuanya terasa nyata dan mendebarkan. Jupiter yang selalu berpikir jauh ke depan, Pete yang nggak pernah ragu, dan Bob yang memperhatikan detail sekecil apa pun membuat petualangan ini hidup banget.
“Misteri Tengkorak Bersuara” adalah cerita penuh teka-teki, aksi, dan sentuhan horor ringan yang bikin kamu nggak bisa berhenti membaca. Kalau kamu suka misteri dengan elemen artefak kuno yang penuh rahasia, petualangan ini wajib banget masuk daftar bacaanmu!
Review by JIA