Trio Detektif – Gus memerlukan bantuan.
Paman ayahnya, Horatio August, baru saja meninggal dunia dan meninggalkan sebuah surat untuknya. Surat itu isinya teka-teki yang membingungkan. Gus sama sekali tak bisa menebak maknanya. Alfred Hitchcock pun tidak. Karena itu Hithcock meminta bantuan Trio Detektif.
Rupanya Horatio mewariskan sesuatu yang sangat berharga kepada Gus. Tetapi sesuatu itu apa dan dimana tempatnya, hanya bisa diketahui kalau mereka berhasil memecahkan teka-teki dalam suratnya.
Sementara itu, salinan surat yang disimpan oleh pengacara Horatio berhasil dicuri oleh kawanan Kumis Hitam. Mereka rupanya juga ingin memiliki benda berharga yang diwariskan kepada Gus itu. Dan masih ada satu orang lagi yang berminat : si Tiga Bintik — seorang laki-laki berkulit coklat dengan tiga bintik pada dahinya!!!
Trio Detektif—Jupiter Jones, Pete Crenshaw, dan Bob Andrews—kembali dengan kasus yang penuh teka-teki dan bahaya. Jupiter, pemimpin cerdas yang selalu satu langkah di depan, Pete, si pemberani yang nggak pernah takut, dan Bob, si pencatat detail yang jeli, kali ini harus menyelidiki hilangnya Mata Berapi, dua permata legendaris yang kabarnya membawa keberuntungan, tapi juga dikutuk.
Kasus dimulai ketika seorang kolektor seni memanggil mereka untuk mencari permata itu. Permata yang awalnya akan dilelang di acara besar tiba-tiba hilang dari brankas rumah kolektor. Yang aneh, tidak ada tanda-tanda brankas itu dirusak. Sejak hilangnya permata tersebut, kejadian-kejadian aneh mulai terjadi di sekitar rumah, termasuk suara-suara misterius di malam hari.
Trio Detektif memulai penyelidikan di rumah kolektor. Brankas tempat permata disimpan terlihat utuh, tapi Jupiter menemukan beberapa petunjuk kecil yang aneh, seperti bekas debu yang terlihat sengaja dihapus dan benda kecil yang tertinggal di sekitar brankas. Pete sempat bercanda kalau permata itu “menghilang sendiri,” tapi Bob langsung mencatat semua detail penting.
Petunjuk berikutnya membawa mereka ke toko barang antik yang dulu pernah menjual permata itu. Pemilik toko bercerita bahwa Mata Berapi punya sejarah panjang dan sering dikaitkan dengan kejadian misterius. Katanya, beberapa pemilik sebelumnya mengalami nasib buruk setelah memiliki permata itu. Aku bacanya makin penasaran, apalagi waktu Trio Detektif menyadari bahwa ada orang yang mengawasi mereka saat keluar dari toko.
Ketika mereka menyelidiki lebih jauh, petunjuk lain membawa mereka ke gudang tua di luar kota. Gudang itu gelap dan penuh dengan barang-barang yang terlihat mencurigakan. Pete hampir tertangkap saat mencoba masuk, tapi Jupiter dan Bob berhasil menemukan benda yang memberikan petunjuk baru tentang keberadaan permata. Siapa yang sebenarnya terlibat, dan kenapa mereka mencuri Mata Berapi? Pertanyaan itu terus bikin aku tegang sepanjang cerita.
Puncak cerita terjadi ketika Trio Detektif kembali ke rumah kolektor untuk menyusun rencana terakhir. Dengan kecerdikan Jupiter, keberanian Pete, dan ketelitian Bob, mereka berhasil mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada permata legendaris ini. Tapi bagaimana mereka melakukannya, dan apa yang mereka temukan? Itu adalah bagian paling seru yang bikin aku nggak bisa berhenti membaca.
Membaca cerita ini bikin aku merasa seperti ikut terlibat dalam penyelidikan mereka. Dari brankas yang misterius hingga pengejaran di gudang tua, setiap bagian terasa penuh dengan ketegangan dan teka-teki. Jupiter yang selalu punya strategi, Pete yang nggak pernah ragu bertindak, dan Bob yang jeli banget membuat cerita ini terasa hidup.
“Misteri Mata Berapi” adalah cerita penuh aksi, teka-teki, dan intrik yang bikin kamu nggak bisa berhenti membaca. Kalau kamu suka misteri yang melibatkan harta karun legendaris dengan sentuhan sejarah, ini adalah salah satu petualangan Trio Detektif yang wajib banget kamu baca!
Review by JIA