8. Trio Detektif : Misteri Laba-Laba Perak

by Buku Tua

Trio Detektif – Pangeran Djaro Montestan mengundang Trio Detektif untuk menghadiri upacara penobatannya menjadi penguasa negara Varania. Tetapi rupanya Duke Stefan — wali negara yang memegang tampuk pimpinan sampai Pangeran Djaro dinobatkan — tidak ingin melepaskan jabatannya. Bersama kaki tangannya ia merencanakan untuk menggagalkan penobatan ini.

Dua minggu sebelum penobatan, Labah-labah Perak — lambang kebesaran nasional serta tanda kebesaran keluarga kepala negara — hilang. Padahal setiap pangeran baru, pada saat penobatannya harus memakai kalung perak dengan lambang labah-labah itu. Tanpa Labah-Labah Perak itu, penobatan tidak dapat dilangsungkan.


Gawatnya lagi, Trio Detektif-lah yang dijadikan kambing hitam, dituduh menjadi pencuri Labah-labah Perak itu!

Trio DetektifJupiter Jones, Pete Crenshaw, dan Bob Andrews—kembali menghadapi kasus yang unik sekaligus berbahaya. Jupiter, pemimpin cerdas yang selalu punya rencana matang, Pete, si pemberani yang nggak kenal takut, dan Bob, si pencatat setia yang jeli banget, kali ini harus menyelidiki misteri tentang Laba-Laba Perak, sebuah artefak canggih yang tiba-tiba hilang dari laboratorium penelitian rahasia.

Kasus dimulai ketika seorang ilmuwan terkenal meminta bantuan mereka. Laba-Laba Perak adalah alat yang dirancang untuk menyimpan data dalam jumlah besar, berbentuk seperti laba-laba kecil dari logam perak murni. Artefak ini dikembangkan di laboratorium super canggih, tapi sebelum proyeknya selesai, benda itu hilang secara misterius. Lebih buruk lagi, ada rumor bahwa artefak itu dicuri untuk tujuan yang mencurigakan.

Penyelidikan pertama membawa Trio Detektif ke laboratorium tempat artefak itu terakhir kali terlihat. Ruangannya penuh dengan teknologi canggih, tapi Jupiter langsung menyadari ada sesuatu yang janggal. Ada bekas sidik jari yang sengaja dihapus di sekitar meja tempat artefak itu disimpan, dan bekas kaki kursi yang seperti menyeret ke arah ventilasi. Pete sempat bercanda kalau mungkin laba-laba itu hidup dan kabur sendiri, tapi Jupiter yakin ini kerjaan seseorang.

Petunjuk berikutnya membawa mereka ke rumah salah satu mantan teknisi laboratorium yang dipecat beberapa minggu sebelum pencurian. Di sana, mereka menemukan gudang kecil yang penuh dengan peralatan elektronik dan beberapa sketsa kasar yang tampaknya mirip dengan desain Laba-Laba Perak. Aku bacanya jadi makin tegang, apalagi waktu mereka hampir ketahuan oleh si teknisi yang sepertinya nggak ingin ada orang tahu apa yang sedang dikerjakannya.

Penyelidikan berlanjut ke pabrik tua yang sudah lama ditinggalkan. Pabrik itu gelap dan menyeramkan, penuh dengan sisa-sisa logam dan kabel berserakan. Di sini, Bob menemukan beberapa benda yang mencurigakan, seperti potongan kecil dari logam perak yang sepertinya berasal dari artefak itu. Pete hampir terjebak di lantai yang rapuh, tapi dengan cepat mereka berhasil keluar sebelum terjadi sesuatu yang lebih buruk.

Ketegangan memuncak saat Trio Detektif menyadari bahwa Laba-Laba Perak kemungkinan besar akan dijual di pasar gelap. Dengan rencana cerdas Jupiter, mereka menyusun jebakan untuk pelaku dan berhasil mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Tapi apa yang mereka temukan dan bagaimana mereka menyelesaikannya? Itu adalah bagian yang nggak bisa aku ceritakan di sini karena benar-benar bikin penasaran.

Membaca cerita ini bikin aku ikut merasakan ketegangan mereka. Dari laboratorium canggih hingga gudang tua yang menyeramkan, setiap bagian cerita penuh dengan teka-teki dan aksi mendebarkan. Jupiter dengan otaknya yang cerdas, Pete dengan keberaniannya, dan Bob dengan ketelitiannya adalah kombinasi yang bikin cerita ini seru banget.

“Misteri Laba-Laba Perak” adalah cerita penuh aksi, teka-teki, dan sedikit sentuhan teknologi canggih yang bikin penasaran dari awal sampai akhir. Kalau kamu suka misteri dengan elemen teknologi dan intrik tersembunyi, petualangan ini wajib banget kamu baca!


Review by JIA

You may also like

Leave a Comment