9. Trio Detektif Crimebuster : Sandiwara Teror

by Buku Tua

Trio Detektif – Danger Zone, sebuah opera rock, ternyata diberi judul tepat. Bintang utamanya, George Brandon, telah menjadi korban pertama. Dengan serangkaian kecelakaan yang dialaminya, baik diatas maupun di belakang panggung, ia takkan hidup cukup lama untuk menikmati kehidupan sebagai bintang panggung.

Karena itu Trio Detektif mulai beraksi…

Mereka memoles wajah dengan make-up dan mebawakan nyanyian dan tarian marak…  untuk mengarahkan lampu sorot ke sebuah rencana busuk yang mungkin membawa bencana bagi mereka.

Trio DetektifJupiter Jones, Pete Crenshaw, dan Bob Andrews—kali ini terjebak dalam sebuah permainan berbahaya yang melibatkan sandiwara teror yang dirancang dengan cerdik. Kini sudah dewasa, mereka tetap menjadi tim yang solid: Jupiter, si pemimpin cerdas yang selalu punya teori jitu; Pete, si pemberani yang nggak pernah gentar menghadapi risiko; dan Bob, si pencatat jeli yang kini semakin lihai dalam mengungkap detail dengan teknologi modern. Kasus ini membawa mereka menghadapi ancaman yang tampak nyata, tetapi tersembunyi di balik layar tipu daya.

Cerita dimulai ketika sebuah gedung teater terkenal di Rocky Beach diguncang oleh serangkaian insiden misterius. Lampu panggung meledak tanpa sebab, properti hilang, dan seorang aktor utama hampir terluka oleh set panggung yang tiba-tiba roboh. Anehnya, semua kejadian ini terjadi selama latihan untuk sebuah pertunjukan baru yang dipenuhi adegan thriller. Tidak butuh waktu lama bagi pemilik gedung untuk mencurigai bahwa ini lebih dari sekadar kecelakaan.

Trio Detektif memulai penyelidikan mereka dengan mengunjungi lokasi kejadian. Pete, yang awalnya terpesona oleh kemegahan teater, berubah waspada saat mereka menemukan properti yang rusak dan jejak yang mencurigakan di belakang panggung. Jupiter langsung memeriksa pola waktu dari setiap insiden, sementara Bob mencatat laporan saksi mata, termasuk rumor tentang aktor yang merasa diawasi oleh sosok tak dikenal.

Petunjuk membawa mereka ke ruang kostum, di mana mereka menemukan sebuah pesan anonim yang tampaknya ditinggalkan untuk menakut-nakuti para pemain. Pesan itu ditulis dengan nada mengancam, tetapi juga mengandung petunjuk tersembunyi. Pete hampir terjatuh dari tangga saat mereka menemukan akses rahasia di balik panggung yang mengarah ke ruang bawah tanah gedung. Di sana, mereka menemukan alat-alat yang digunakan untuk menciptakan efek teror selama latihan.

Ketika mereka menyelidiki lebih dalam, Trio Detektif menemukan bahwa insiden ini bukan hanya soal sabotase biasa. Ada seseorang yang ingin menggagalkan pertunjukan teater ini karena motif pribadi. Ketegangan meningkat ketika mereka menemukan bahwa pelaku tidak bekerja sendirian, tetapi merupakan bagian dari rencana yang lebih besar untuk mengalihkan perhatian dari sesuatu yang lebih berbahaya.

Puncak cerita terjadi ketika Trio Detektif akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam permainan pelaku. Dengan kecerdikan Jupiter, keberanian Pete, dan ketelitian Bob, mereka menyusun jebakan untuk mengungkap siapa yang berada di balik sandiwara teror ini. Tapi bagaimana mereka melakukannya, dan apa yang sebenarnya terjadi di balik layar teater tersebut? Itu adalah bagian yang penuh aksi dan kejutan yang bikin jantung berdebar!

Cerita ini benar-benar bikin aku merasakan ketegangan di setiap adegan. Dari panggung megah yang menyimpan rahasia hingga ruang bawah tanah yang penuh misteri, setiap langkah mereka membawa cerita ini semakin menarik dan menegangkan. Jupiter dengan strateginya yang cerdas, Pete yang selalu siap menghadapi bahaya, dan Bob yang mencatat semua detail dengan saksama, membuat petualangan ini terasa nyata dan sangat seru.

“Sandiwara Teror” adalah kisah penuh teka-teki, ketegangan, dan intrik yang membuat pembaca bertanya-tanya hingga akhir. Kalau kamu suka cerita misteri dengan elemen tipu daya dan atmosfer teater yang megah, petualangan ini wajib banget kamu baca!


Review by JIA

You may also like

Leave a Comment